Kamis, 21 Juli 2011

sing a song!

 haaaaaaaaaiiiiiii guys!..gila udah lama amat ga nyentuh2 blog kesayangan :P
okelah,,biar ga ada yg baca juga,yg penting hepi *apa hubungannya*
kali ini mau post link donlotan lagu2 yg gw anggep enak *menurut gw loh*

cekidot:

1.  ini lagunya A rocket to the moon band asal USA, mungkin udah banyak yg tau ya, ini salah satu lagu favorite gw judulnya Dakota, enjoy http://www.4shared.com/audio/2x3Qp5Om/A_Rocket_To_The_Moon_-_Dakota.htm

2. kalo yang ini band indie dari negri sendiri namanya Music For Sale ini salah satu lagu mereka yg judulnya So Right http://www.4shared.com/audio/KYBowdIY/Music_For_Sale_-_So_Right.htm

3. Esok,Lusa,nanti itu judul lagunya Personal States, band indie asli indonesia :) http://www.4shared.com/audio/0qlsM3j1/Personal_States_-_Esok_Lusa_Na.htm

4. siapa sih yg belum pernah denger lagu2 nya Lady Antebellum?..,lagu2 nya yg easy listening,bikin betah kuping buat terus muter musik mereka berulang2,apalagi yg ini http://www.4shared.com/audio/rLNCm9Vj/026_Lady_Antebellum_-_Just_a_K.htm Just a Kiss

5. yang terakhir ini asli gw baru denger, barusan di kasih sama temen,ehehehe enjoy Kau- Dua http://www.4shared.com/audio/4V-dSpp6/kau-dua.htm 


semoga bermanfaat :)

Minggu, 17 Juli 2011

sakit jiwa

sakit jiwa!..
saat beranjak dewasa di umur 20-an, semua terasa suram. banyak hal yg ternyata jadi pikiran. Kuliah,kerjaan, orang tua..
beban hidup.mungkin itu namanya, kadang gw pengen ngerasa terus jadi anak kecil, you know.. when we are just a kid, what we know is how that we can having fun and spend most of our time to play. pulang,makan deh.
saat kita jadi dewasa, semua berubah.kata "main" malah bikin kita berpikir ulang, masa iya sih umur segini masih main2?. God..


Kita ga bisa lagi benar2 menikmati main. yang gw maksud main dalam arti yg sebenernya, main seneng2 sama temen, ketawa,nikmatin waktu..
ga tau apa ini cuma terjadi sama gw,atau emang ini sebuah sindrom?.
gw rasa,ini keluhan..,inilah manusia..mengeluh udah kayak makanan sehari-hari.
galau,kalut, sakit jiwa.


Gw harap ini cuma sementara waktu,,
ini cuma sebuah pembiasaan diri..
jadi tua itu pasti,tapi jadi dewasa itu pilihan..

Sabtu, 21 Mei 2011

meninggalkan sebuah kenangan

kamu ingat saat hujan datang membasahi bumi..
kamu mengeluhkan bulir-bulirnya
kamu ingat saat petir menyambar..
kamu berteriak kencang melawan deru cahayanya


aku bukan apa-apa disisimu
bahkan saat melewati bagian terberat dalam waktumu
aku bukan siapa-siapa bagimu..
bahkan saat melewati bagian terindah dalam hidupmu


terpatri segala kenangan..
bagiku itu akan tetap jadi bagian hatiku..
meski sekarang aku tahu..
aku bukan yang baik buat hidupmu..

bukan kita lagi

meredup hati penuh cinta..layu..terkikis ego
kamu bukan seseorang dengan kesempurnaan..
begitu juga aku..
sedetik kamu bilang aku milik mu selamanya..
semenit itu berlalu terlupakan olehmu..


kamu bilang tak inginkan kesempurnaan dariku..
seiring angin berhembus kamu meragu dan menanyakan
mana aku yang bisa kamu banggakan?


mungkin selamanya aku tak akan pernah baik di matamu
mungkin selamanya kita memang tidak akan pernah saling mengerti
mungkin selamanya aku juga tak pernah tahu kesungguhan hatimu..
mungkin sekarang kita memang sudah tidak bisa jadi satu..


Jumat, 13 Mei 2011

girls-apples

girls are like apples on the trees.the best ones are at the top of the tree

boys don't want to reach the good apples because they are afraid of falling and getting hurts

instead they get the rotten apples from the ground that aren't as good but easy

so the apples at the top think something is wrong with them,when in fact they are amazing.

They just have to wait for the right boy,the one who will risk everything,who's brave enough to climb all the way up to the top of the tree

-anonim-

Selasa, 10 Mei 2011

pagi buta di tengah kota

pagi buta jam 4:57 am 

aku bangun dari sebuah mimpi aneh. badan terasa lemas, otak terasa berat. padahal seharian tak ku pakai otak ku ini. Tapi hati dan batin ku terkuras lesu. kalut hati ku tundukan pada sajadah lusuh di lantai dingin pagi buta ini.sejenak menghela nafas dan berdoa..


Doa pagi ini:
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segalanya.ampunilah semua perbuatan dosa hamba yang tak terkira jumlahnya. Ya Allah yang Maha Mengasihi, berilah hambaMu yang hina ini kelapangan hati, ketenangan pikiran, dan tuntunlah hamba pada sebuah kebaikan. Engkaulah yang Maha memberi pertolongan pada hamba-hambanya yang selalu meminta, karna hanya padaMu lah hamba memohon ampun dan pertolongan.amin

sesaat terdiam..lalu bangkit membuka dunia.
dari ketinggian 10 meter balkon jelek ini, aku menikmati mensyukuri nafas yang terurai sampai detik aku menulis kata disini. matahari memang belum muncul sempurna,tapi hati ini sudah berjanji untuk mengukir sedikit keceriaan dihari rabu ini :)

Minggu, 08 Mei 2011

:: gadis galau tengah hari bolong ::

sekelumit gundah menjelma jadi sebuah gelisah.
ada yang mengganjal,dalam hati dan pikiran
apa yang kamu cari?, pikir gadis galau di tengah hari bolong yang terik.

semenit berlalu, gelisah hati makin menjadi mengusai hati
gadis galau di tengah hari bolong makin terpuruk
siapa yang ingin menemani?, pikirnya..
beribu menit berlalu, sepi melengkapi kegelisahan gadis galau di tengah hari bolong.

gadis galau merindukan sebuah pelukan..
menginginkan genggaman kuat yang meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja,
bahwa dia akan selalu ada kapan pun gadis yang galau membutuhkannya..


gadis galau ingin menangis dalam sandaran bahu..
gadis galau ingin teman berbagi haru
gadis galau ingin melewati tengah hari bolong kali ini dengan genggaman erat dan pelukan yang menguatkan hati hingga galau akan pergi...


::- sunday, may 8th 2011 07:20.pm -::
 

Jumat, 29 April 2011

Sejuta ton bulir hujan

kamu tau..
hari ini sejuta ton bulir hujan jatuh dihadapanku..
saat itu kamu mengeluh,
aku tersenyum
lama waktu berputar,,sejuta ton bulir hujan masih terjatuh dari awan kelam
kamu menggerutu
aku tertawa
hujan masih membasahi lantai bumi,,saat kamu menahan jemariku dan berkata
"kapan hujan ini berhenti berjatuhan?"
aku tersenyum, membelai wajahmu dan berujar
"kamu tau,,hari ini langit menjatuhkan sejuta ton bulir hujan..
 berhentilah mengeluh dan menggerutu,
setidaknya aku tetap ada disampingmu"

Sesuatu yang aku sebut itu cinta

Jika cinta memeluk mu,,
Maka dekaplah ia,,
Walau pedang di sela-sela sayapnya melukai mu,,
Kita merasakan rasa yang sama,,
Usahlah di tanyakan lagi derai tawa dan tangis kala bersama 
berpeluh dan berpacu dengan napsu rindu,,
Itu memang milik kita saja, milik kita berdua,,
Juga hati, tak memiliki logika,,
Hati hanya bisa merasakan kebenaran,,
Hati hanya bisa merasakan ketulusan seperti 
yang di rasakan hati ku pada mu,,
Seperti awan yang tidak mampu menahan datangnya rerintik hujan,, 
begitulah aku yang tak mampu menahan rasa rindu ku pada mu,,
Peluklah aku dengan erat saat aku ada di samping mu,,
Cium aku dengan hangat dan kasih sayang yang tulus 
hanya untuk ku,,
Karena tiap detik ku bernafas hanya untuk hidup dengan mu,,

Entah

..sesaat aku terhempas dalam sesal..,entah apa yg sudah terjadi..
..begitu salahkah smua yang aku lakukan untuk mu?..
..termenung dalam gelap,meniti hati..
..lalu apalagi yg harus aku beri?..
..lelah..,aku lelah,,
..mungkin pergi akan lebih baik..
..mungkin mati jauh lebih baik..
..tapi aku enggan pergi..
..aku enggan mati..
..karna hati masih meremang saat mengingat dirimu..
..sedikit saja,,berikan aku nafas..
..dan cobalah beranjak dewasa melihat smuanya tak selalu sama..

Jumat, 22 April 2011

Quinna my Queen

“Malam ini aku ingin tidur dalam dekapan galaksi ku. di terangi cahaya temaram sang bintang timur. dan mendengarkan nada do re mi dari komet yang berjatuhan. hingga esok pagi aku akan terbangun oleh belaian lembut si matahari nakal”

Gw cuma bisa diem waktu baca status facebook Quinna Laila, yup itu namanya. Let me tell you, dia itu salah satu teman d facebook gw, kita ga pernah ngobrol atau saling sapa di facebook sebelumnya. Karna dia emang teman dari teman gw. Tapi malam ini, gw diem seribu bahasa liat status fb nya, dan foto profil dia yang manis banget. Rambutnya sebahu, sorot matanya cerah, and her smile…, Wait…,gw bilang apa barusan?..masa gw jatuh cinta cuman gara-gara facebook???. Tapi dia tiba-tiba menuhin pikiran gw malam ini. Gw ngerasa penasaran sama sosok dia yang sebenarnya.
Jam di kamar udah nunjukin jam 1 pagi. It’s time to bed now.

Tiga hari selanjutnya gw mulai berani kasih comment di Fb Quinna, dia ngerespon cukup baik, dan itu bikin gw penasaran tingkat tinggi. Setelah empat hari jadi sering online, gw mulai memberanikan diri nyari tau tentang dia. Di kampus gw mulai nyari Rafa, dia adalah teman Quinna yang cukup kenal dekat dengan Quinna. Bukan hal yang mudah nyari anak bernama Rafa Julian di sini, anaknya aktif di kampus, tapi nyeleneh. And finally, ketemu juga nih anak.
“fa,” sapa gw. “Ape sob,,tumben nyariin gw?, urusan cewek?”. gw kaget setengah mati denger jawaban Rafa barusan. “hehehhee…tau aje lu, we need to talk bro”. Rafa juga terlihat terkejut atas jawaban gw.

                                                                        ***

“hahahhahahhaha…, kemana aje lu za???,,baru sekarang nanyain si na’ (panggilan Rafa buat Quinna), Rafa malah tertawa pas gw ceritain soal pengennya gw ketemu sama Quinna. “emang kenapa fa’? dia udah punya cowok?”, gw nanya pake nafsu. “jiahahahhaaa….” Rafa makin jadi ketawanya. Gw narik nafas panjang, “great.baru mau kenal aja susah banget”, dalem hati gw ngeluh. “ Nga lah za’, dia belum punya cowok. Tapi lu mesti tau, Quinna is just like a Queen. Susah di dapetin, kalo lu ga spesial”. Rafa ketawa lagi. “kuya lu, ngetawain gw mulu, bantuin yah..mau nga?”, gw merayu dengan lemah lembut berharap Rafa mau jadi mak comblang, at least mau ngenalin gw. “Oke, gw bantuin. tapi ga gratis dong”, sial gerutu gw dalam hati. “Oke, lu mau apa?”, tantang gw. “Hmmm…gw mau makan siang 7 hari berturut-turut”. “beuhhh,,sadis lu Fa’!, 4 hari deal or no deal?”, tawar gw. “We absolutely deal!” jawab Rafa.

                                                            ***
Hmmm.. bisa juga  sepakat sama Rafa. Tiba-tiba gw keingetan omongan Rafa, “Susah di dapetin, kalo lu ga spesial”. Kata-kata Rafa sempet bikin merinding. How could I be special for you my Queen?. Pikiran gw terus melayang

Malem nya gw ga bisa tidur. Rafa tadi sore sms, isinya bikin gw pengen guling-guling di atas lem terus nyebur ke tumpukan bulu, biar jadi ayam sekalian. “wihh, gayung bersambut cuy. si na’ juga pengen ketemu lu, hebat!” Itu isi sms Rafa. Gw seneng, bingung, malu, campur aduk kaya nasi rames. “Besok lu ketemu, di kantin kampus jam dua”. nga nyangka bias secepet  ini. Gw berusaha tidur, yang ada malah gugup. God, gw ga pernah kayak gini sebelumnya. apa dia memang begitu special?, batin gw.

                                                                        ***

Jam 14.00, kantin kampus.
Gw dengan jumawa nunggu di kantin dari jam satu. maksudnya nyiapin diri yang ganteng ini buat ketemu cewek manis yang bikin jantung dag dig dug.
Jam 14.30
Quinna belum dateng juga. Rasa heran mulai timbul, ragu juga dateng. Otak gw mulai lesu. “Be positive Reza!” hati gw ngasih support.
Jam 15.00
Udah ga bisa positive thinking. Panik, jangan-jangan dia ragu buat ketemu gw. Lalu ngebatalin janji. Gw bengong sendiri.
Jam 18.00
Setelah hampir tiga jam nunggu, gw memutuskan buat pulang. Badan lemes. Otak kalut. Kenapa dia ga dateng???. Apa gw ga special sampe- sampe dia ga mau ketemu?. Too many questions. Hati gw kecewa berat, otak ikutan pusing.

Tiba di rumah gw langsung tiduran di kasur. Penasaran, akhirnya gw sign in di facebook, punya rencana mau ngirim pesan di Fb nya Quinna. Baru online di laptop, gw liat di kotak chat ada  nama Quinna Laila,  lg online juga, langsung gw klik nama dia buat chat. Baru satu kata “hai”, dia off. “Aaaaarrgghhtt!!!,, kenapa sih Quinn!!. Perasaan gw kacau. Ga pernah kayak gini sebelumnya. Akhirnya, gw coba hubungin Rafa, mau minta nomer hp Quinna. 10 kali nyoba. Rafa ga ngangkat. Great!, what a day.

                                                                        ***

Besok siang sehabis kuliah, gw langsung nyari Rafa. Ketemu lagi nongkrong di kursi taman kampus. “Fa”. panggil gw. “hoi,, cieee… gimana yang abis ketemuan?”, Rafa salah pertanyaan gw rasa. “ Apanya yang ketemuan!, gw tungguin dia ga dateng”, “ Hah?!, sumpeh lu???, wah ga mungkin, si na’ tuh ga pernah ingkar”, sahut Rafa. “ Lah, buktinya?!”, gw emosi. “ Lu telepon ga?”, that’s the problem. “ waktu gw tanyain no. Hp nya, dia ga mau ngasih”, jawab gw lesu. “ jangan nyerah dong, masa gitu aja kalah”, Rafa nyoba ngasih support. “ nih gw kasih nomernya”. Rafa memberikan cahaya baru buat perjuangan gw ketemu Quinna. “ Gud luck ya bro”. Pesan Rafa sangat membantu,  walaupun kemarin sangat menyebalkan karna ga ngangkat telepon gw. Dengan semangat juang 45’ dan bermodal nomor handphone Quinna, hati gw mulai membara lagi.

                                                                        ***

Di rumah dengan rasa gugup teamat sangat, gw telepon Quinna. Setelah terdengar nada sambung empat kali. Terdengar suara cewek yang bikin lutut gw lemes bukan main. “ Halo, dengan Quinna disini”, gw bengong, “ Halo..” suara di seberang nyapa lagi. “eh, oh, Iya halo”. gw terdengar sangat bodoh. “ dengan siapa yah?”, Quinna nanya!. “ Ehmm.. ini  Reza”, suara gw terdengar aneh. “ Oh, iya. Reza mana yah?”. Lunglai, lemah, lesu, dia ga ngenalin gw. “ Hmmmm… ini, Reza temen kamu di Fb yang kemarin mau ketemu”, gw mencoba mengingatkan Quinna. Sepi beberapa saat, lalu… “ Maaf ya Za’, kemarin Aku ga bisa dateng”.. badan kaya rontok ga bertulang. Dia minta maaf. “ Ohh,, iya ga apa-apa” jawab gw gugup. “ kemarin ada mata kuliah tambahan gitu, aku mau hubungin kamu tapi ga ada nomernya”, Suara Quinna menuhin telinga gw, masuk ke otak. Recording dimulai.

Kita ngobrol lama banget. Suaranya lembut tapi ceria, bikin ga konsen banget!, sampe akhirnya dia harus menyudahi telepon. “ Yaudah, besok kita ketemu di perpustakaan yah”. Quinna bikin janji. Dengan euphoria yang ditahan gw mengiyakan.

                                                                        ***
Esok pagi dengan baju sangat rapi, parfum sangat wangi, dan gugup tingkat tinggi gw pergi ke kampus. Dengan motor kesayangan, gw melaju di jalanan menuju kampus. Sepanjang jalan gw ngerasa hari indah banget, kembang warna-warni, matahari kuning sempurna, langit juga biru cerah. I know lebay. But I’m in love, ga salah kan itu bisa terjadi. Lampu merah nyala. Gw rem motor buat berhenti. Tapi dalam hitungan detik semua gelap.

                                                                         ***

Gw bangun dalam kondisi luka di kepala, tangan patah, dan memar. Gw ga inget apa yang terjadi. Mama keliatan nangis. “ Ma..” gw manggil nyokap, “Iya sayang”, jawab mama lembut. “ Reza kenapa?”. Mama mulai cerita. Gw mengalami kecelakan, lumayan berat. Saat gw di lampu merah, ada mobil pick up yang kehilangan kendali, ngebut dan gagal ngerem tepat waktu. Gw ketabrak dari belakang, dan mental ke arah mobil di depan gw. Mama bilang supirnya pick up tadi lagi di kepolisian. Sambil dengerin cerita mama, gw ngerasa ada yang aneh. Kayak ngelupain sesuatu. Gw berfikir keras. Tapi benturan tadi bikin gw pening setengah mati. Ah, udahlah. Gw mau istirahat aja.
                                                            ***

Dua hari di RS bikin gw gatel-gatel. Maksudnya jenuh. Ga betah. Mau pegang laptop buka Fb. Hmmm…, Hah!!, Fb??, kayanya gw ngelupain sesuatu deh. Gw coba inget-inget.
Quinna!!!!, Gw inget janji ketemu sama dia!. Dengan setengah merengek dan mengancam ga mau minum obat, gw minta pulang. I know, childish. Cuma itu yang bisa gw lakukan biar bisa pulang. Sorenya gw berhasil keluar dari RS.
                                                            ***
Tiba di rumah, gw bingung. Banyak temen-temen gw menyambut di teras rumah. Ternyata Rafa yang bikin acara atas persetujuan nyokap. Jadi mellow gw. Wah, inget Quinna lagi. Semua temen gw dateng, rumah rame, seneng sih. tapi tetep inget Quinna.
“Bro, bengong aja lu”, Rafa nanya. “hehehe.. gw keingetan Quinna nih”. jawab gw jujur. “ohh..” jawaban Rafa kedengeran gantung. “ Quinna apa kabarnya?”, gw coba nanya. “Lah?!, nanya sama gw, pan lu yg lebih tau cuy?!”, gw tambah bingung. “tau apa Fa?’, coba nyari jawaban dari Rafa. “waktu lu d RS kan dia jagain lu. ga nyadar lu?, parah”. gw kaget denger jawaban Rafa. “Quinna jagain gw fa?”, gw nanya lagi. “hahahahhahaha” Rafa tiba-tiba ketawa, bikin pengen nonjok. “Yang kaca belakang mobil nya lu tabrak sampe lu babak belur, emang mobil siapa?”, “mana gw tau!”, tambah emosi. “itu mobil si Na’. jawaban Rafa bikin otak gw stop mikir. “ Dia juga yang bawa lu ke RS”, “tapi dy ga kenapa-kenapa kan?!”, gw nyamber. “ kakinya aja keseleo, but  she is fine now”. Rafa coba nenangin gw, tapi gw udah kayak orang gila. Quinna Quinna Quinna…, Oh God.. dimana dia sekarang??.
                                                                        ***
Rafa sama semua temen gw udah pulang sejam yang lalu. Gw nyoba tidur. Mimpi buruk malah dateng. Gw mimpi tabrakan itu terjadi lagi. Gw mati. ga bisa ketemu sama Quinna lagi. Gw bangun tiba-tiba, keringetan dan gugup. Belum hilang dari gugup mimpi buruk, gw kembali di kagetkan dengan sosok cewek di sebelah gw, cewek manis yang senyumannya gw kenal banget. “Kamu ga apa-apa Za?”, gw cuman bisa senyum.
Dalem hati gw tereak “ I’m Okay my Queen!!!!”


By:: Andromeda Thermopolis
fridayAugust 28, 2009
11:24 AM